Kamis, 24 Juni 2010

Dimanakah Hati Kita Berlabuh?



Allah telah ciptakan manusia ini dengan banyak kemampuan yang ia miliki.
Ia berikan banyak fasilitas yang ada pada tubuh manusia. Dengan tangannya, manusia mampu membuat sesuatu yang menakjubkan. Dengan otaknya, ia mencetuskan teori-teori pengetahuan yang begitu luar biasa.
Namun, marilah kita amati salah satu dari sekian kemampuan kita, yaitu kemampuan berpikir, melihat dan mendengar!

Dalam sebuah ayat-Nya. Allah swt berfirman :

قُلْ هُوَ الَّذِيْ أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَاْلأَبْصَارَ وَاْلأَفْئِدَةَ قَلِيْلاً مَا تَشْكُرُوْنَ
“Katakanlah! Dia (Allah) yang telah menciptakan kalian, dan Ia jadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan dan hati (pikiran). (namun) Amat sedikit yang kalian syukuri.”
Qs. Al-Mulk (67) : 23
Allah swt menyebut pendengaran dan penglihatan sebelum pikiran, karena demikianlah proses berpikir manusia. Ya… melihat, mendengar lalu berfikir. Dan melihat, mendengar serta berpikir dalam ayat ini berkaitan dengan status kita di hadapan Allah kelak, saudaraku…
Bagaimana reaksi kita tatkala melihat tanda-tanda kebesaran Allah yang amat banyak di sekitar kita? atau ketika kita mendengar ayat-ayat-Nya? Dan bagaimana sikap kita saat Allah melimpahruahkan harta kepada kita? Dan bagaimana sikap kita saat Ia “cicipkan” sedikit__ azab-Nya yang berwujud musibah?

Tak salah kalau sebuah pepatah Inggris mengatakan, “Heart is King” (hati adalah raja). Karena hati inilah yang menentukan segala perbuatan kita.
Bila hati seseorang itu “berlabuh” kepada Allah ia selalu beribadah, berzikir dan berdo’a, ia tak pernah melupakan-Nya, niscaya ia menjadi hati yang lembut, baik dan meridhakan Pemeliharanya.
Sebaliknya, hati yang selalu bermaksiat, lalai, meremehkan, bahkan berani menentang Allah atau enggan mendengarkan ayat-ayat suci-Nya, maka tak ubahnya ia adalah hati yang culas, jahat, yang selalu membuat murka Penciptanya. Dan itulah, hati yang ‘’berlabuh’’ kepada rayuan syaithan pujaanya.
Saudaraku…!
Kini, sudah saatnya kita introspeksi diri, mengamati kondisi kita masing-masing!
Mungkinkah terlampau jauh dari-Nya? Dimanakah hati kita “berlabuh’’? Di “pelabuhan’’ Allah-kah…? Atau di “pelabuhan” syaithan terkutuk?
Andaikan hati kita telah lama membengkok, marilah kita benahi dan luruskan kembali! Marilah kita mohon ampunan-Nya, ridha-Nya dan belas kasih-Nya!

Akhir kata, tiada air mata yang lebih mulia kecuali tatkala ia menetes karena menyesali segala dosa… tatkala kita bersimpuh, bertaubat atas “kebengkokan’’ hati kita selama ini.

" وَ اسْتَغْفِرُوا اللهَ إِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ "
‘’Dan mohonlah ampun kalian kepada Allah, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’’
QS. Al-muzzammil (73) : 20

30 komentar:

  1. Pertamax kah saya? hehe
    Artikel yang menginspirasi saya kembali.
    Semoga saja hati kita para muslimin berlabuh di pelabuhan Allah SWT. :D

    BalasHapus
  2. Amien...semoga Allah SWT meringankan langkah2 kita utk membersihkan karat2 yg menempel dihati..thx ats post-nya sob..

    BalasHapus
  3. Perenungan yg mantab, hanya kepada Allah semua kembali...
    Thx 4 share

    BalasHapus
  4. wah jadi pengen tobat eung

    BalasHapus
  5. mudah2an hati kita selalu tertambat kepada Allah swt.. Amin..

    BalasHapus
  6. terima kasih sobat, sore ini saya dapet pencerahan yang amat sangat.

    maaf baru berkunjung, lagi sibuk didunia offline nih..

    BalasHapus
  7. assalamualaikum.. yang pertama jelas...
    yang kedua ke orang tua/keluarga
    yang ketiga ke istri hahah!

    BalasHapus
  8. Subhanallah pencerahannya bisa memacu semangat dalam memanfaatkan sisa umur menuju jalanNya

    BalasHapus
  9. wah aku suka postyingans eperti ini
    salam hangat penuh persahabatan

    BalasHapus
  10. semoga kita di jauhkan dari penyakit hati...amiin...

    BalasHapus
  11. semoga selalu di beri keteguhan iman dan hati berlabuh di jalan Allah

    BalasHapus
  12. Pencerahan bagi saya mas, thanks petuahnya, saya akan selalu ikuti blog ini sebagai pencerahan pribadi saya

    ::Salam Hangat::

    BalasHapus
  13. kunjungan awal boss...blognya agak extrem..yg pasti saya suka..salam kenal

    BalasHapus
  14. gambarnya keren. ceritanya itu lagi terluka dan berusaha tetap hidup ya? dan ada yang mengobati..

    BalasHapus
  15. aLhamduLiLah pagi ini sudah mendapat iLmu yang bermanfaat meLaLui kuLtum di media ini.
    seLamat beraktifitas dan saLam sukses seLaLu. terima kasih.

    BalasHapus
  16. tausiah yang sangat menyentuh akhi...syukron

    salam kenal+coment+follow+tukar link

    BalasHapus
  17. mantabz Sob......setuju......hati kita emank sumber segalanya...ya maksiat klo dipake buat maksiat N sebaliknya bisa juga baik klo dipake buat baek hhe........

    Smoga hati kita tetep setia sma Alloh Sob......

    Semangat n sukses slalu!!

    BalasHapus
  18. sekali lagi sob, ente telah menyejukkan hati ini. Thanks
    sory baru sempat maen kesini coz akhir2 ni sibuk :-)

    BalasHapus
  19. Serasa mendengarkan lagunya AA GYM, sangat menyejukkan hati.

    BalasHapus
  20. hanya kepada yang Maha Kuasa Kitakan Kembali........

    BalasHapus
  21. rajin ngeblog rajin jg ibadahnya, btul ga ? :)

    BalasHapus
  22. sellu mnjalankan perintahnya dan menjauhi sgla larangannya...

    BalasHapus
  23. wah,, makasih pencerahannya ya,, aku follow blognya boleh kan..?

    BalasHapus
  24. Pencerahan yang dapat memotivasi diri agar kita kembali dijalan yang lurus..

    BalasHapus
  25. assalamualaikum... lanjutkan dahwahnya sob...

    BalasHapus
  26. Semoga kita tidak termasuk yang menggunakan untuk tindakan negatif!

    BalasHapus
  27. Mohon ampun adalah wujud kekrdilan kita dihadapan Allah SWT

    BalasHapus
  28. Datang dengan semangat BAru...... HAppy blogging Sob!!!!

    BalasHapus
  29. TErim kasih atas sharingnya.... artikelnya menjadikan hati kita kembali terarah menuju ridho Illahi robbi.
    Disekeliling kita banyak sekali wahyu Allah yang tak tertulis, yang setiap hari kita lihat dan dengar, namun jarang kita fikirkan .... makasih

    BalasHapus
  30. alhamdulillah...

    sgla puji bagi allah atas smua karunia dan pemberian yang tiada habisnya ini

    BalasHapus

Mengkritik tidak berarti menentang,setuju belum tentu mendukung,menegur tidak bermakna membenci,berbeda pendapat adalah kawan berpikir yang baik