Rabu, 16 Maret 2011

Ledakan konyol Di Utan Kayu

Cuma beberapa hari ngga lihat Portal berita online ternyata saya sudah melewatkan sebuah berita ledakan lagi... (-_-')
Kali ini yang jadi sasaran ancaman bom adalah Ulil dedengkotnya JIL yang suka bermain - main dengan akalnya yang sempit tapi sok kritis (setidaknya begitulah sosok ulil di mata saya). Walaupun saya tidak setuju dengan cara berpikir dan pandangan ulil dalam menilai Islam yang suka se enaknya saja namun aksi Bom Mercon ini menurut saya juga bukan sebuah bom yang di tujukan untuk membunuh seorang Ulil dan saya pribadi juga tidak menyukai aksi konyol sejenis semenjak Era Reformasi bergulir sampai saat ini.

Kenapa saya katakan bahwa ini cuma bom mercon... ya karena begitulah adanya apa yang saya lihat sekilas dari foto twitter@KBR68H seperti gambar berikut ini...




Beberapa tahun belakangan ini kalau saya ingat - ingat lagi setiap ada pergolakan politik yang memanas di negeri ini sepertinya tidak jauh dari aksi terorisme, sebuah aksi pengecut untuk mengalihkan perhatian publik kah...???

Semua aksi peledakan yang pernah ada di negeri ini dan mengatas namakan agama tertentu sungguh membuat saya merasa muak, hanya orang - orang yang sempit cara berpikirnya dan orang - orang yang tidak pernah peduli dengan entengnya menuduh seseorang atau kelompok tertentu terlibat dalam segala aksi sandiwara para banci ini, mungkin juga suatu saat saya, mungkin juga sobat menjadi korban atau mengalami kejadian buruk seperti ini, sungguh saya tidak pernah berharap ini akan terjadi lagi.


Manusia kadang menjadi lemah akalnya sehingga mudah saja di seret seperti kerbau yang telah di tusuk hidungnya dan di beri tali, karena kurangnya pemahaman dan kepedulian terhadap orang lain, karena manusia tersebut tidak ingin kehidupannya yang sudah aman di renggut orang lain sehingga dengan mudahnya mencap orang lain sebagai penjahat dan hanya cari aman sendiri karena tidak berusaha melihat fakta tersembunyi yang terlewatkan begitu saja.



15 komentar:

  1. Ulil siapa dan JIL juga siapa Zan?

    BalasHapus
  2. ada-ada ulah orang buat nyari sensasi yah.. entah apa tujuannya, kalo meresahkan orang ujung-ujungnya itu emang perlu ditindak tegas..

    BalasHapus
  3. Assalamu'alaikum Kang
    Benar Kang, masyarakat semakin cerdas menilai sebuah kejadian, untuk apa suatu kita diplintir-plintir untuk pengalih perhatian.

    BalasHapus
  4. @Ajeng...coba searching di google tapi ingat jangan sampai termakan bualan mereka ya,sebenarnya saya juga malas untuk membicarakan orang lain...

    @Gaphe...cari2 perhatian tuh kayaknya mereka kesepian hhhh....

    @Pakies...Waalaikum salam kang...semoga kita semua semakin bijak menyikapi suatu kejadian dan tidak mudah hanyut oleh euforia pemberitaan media...

    BalasHapus
  5. Assalamu’alaikum wr wb..
    Saya newbi, mohon izin untuk nimbrung…perkenalan dulu saya SONHAJI dari www.pengurasWCtanpasedot.wordpress.com ,saya telah membaca beberapa tulisan di blog anda sangat menarik sekali dan bermanfaat bagi diriku yang newbi ini. Saya akan berkunjungi lagi jika ada tulisan baru. Dan saya berharap adanya kunjungan ini bisa selalu silaturrahim, memperbanyak teman bahkan saudara, terimakasih ya atas respon positifnya.
    Wassalamu’alaikum WR WB

    BalasHapus
  6. Assalamualaikum sob...

    Alhamdulillah, akhirnya ada suguhan posting lagi di pondok ini ya,,, :)

    hmm,, peristiwa ledakan yg terjadi kemarin sore memang lumayan membuat semua berita di tv jadi seragam semua warnanya, sampe dah,, hari ini juga tema nya ga berubah...

    klo soal mengalihkan perhatian,, sebetulnya bisa ya bisa juga tidak,, karena ibarat dunia perwayangan, indonesia ini dalang nya banyak buangeet... jadi sulit nebak cerita indonesia ini mau dibawa ke baik atau malah lebih buruk,,

    sekarang ini masyarakat Indonesia sudah pandai menilai dan berpikir,, Insyaallah... :)

    BalasHapus
  7. ya setiap orang punya pandangan masing-masing deh. saya ga mau masuk terlalu dalam :| better diem dan mendoakan yang terbaik untuk negeri ini. hihi.

    BalasHapus
  8. assalamualaikum kunjungan perdana bos..... yach semoga aja negri ini gak begitu terus-terusan kasihan banyak orang kecil yang kelaparan disekitar kita .... salam sahabat

    BalasHapus
  9. wah,postingan yang menarik.salam kenal ya.kalau ada waktu,kunjungi blog ane ya

    BalasHapus
  10. Tuh yang jadi biaaangkerok pasti dapat balasan setimpaaal-pal-paaal..:))

    BalasHapus
  11. turut prihatin, semestinya perbedaan tidak diselesaikan dengan kekerasan ...

    BalasHapus
  12. kunjungan perdana
    salam persahabatan

    BalasHapus
  13. Ass. Sob....

    Aku mampir sebelum sholat Jumat hhe..

    Hem... gak tau kenapa ane gak terlalu suka ama sosk satu itu, kelihatannya sih emank berpendidikan cuma klo ngomong gak pernah diayak atau sering sesuka hatinya...

    dan untuk Bomnya klo orangnya niat mah pasti ditambah pemicu kaya paku atau lainnya, cuma karena yg dikasih bom gak lengkap, jadi aku setuju klo itu disebut cuma petasan hhe... :D

    pokoknya kita doain yg terbaik aja lah untuk negri ini..

    wah aku pamit dlu sob.. telat nie hhe...

    BalasHapus
  14. lebaran udah lewat, masih aja main petasan..

    aku pribadi ga pernah percaya kalo bom2 yang meledak itu ulang warga sipil, atau mereka yang dicap teroris..
    bisa jadi, cuma sekedar pengalihan seperti yang mas bilang..
    bisa juga ulah mereka yang pengen cepat naik pangkat
    tapi kenapa harus islam yang di identikan dengan terorisme?

    BalasHapus
  15. Mreka tuh "Heuras".... Kata basa sunda nya mah, gak bisa liat warna abu di antara warna hitam dan putih, gak punya antitetis diantara tetis dan sintetis, yang psti gw bner lo salah gk punya jalan tengah

    BalasHapus

Mengkritik tidak berarti menentang,setuju belum tentu mendukung,menegur tidak bermakna membenci,berbeda pendapat adalah kawan berpikir yang baik