Jumat, 17 Agustus 2012

Sebuah Kemerdekaan Dan Setangkup Kemenangan

Hari yang di tunggu - tunggu oleh banyak orang akan segera tiba, jalanan sudah mulai padat dan cenderung macet, pusat perbelanjaan penuh sesak, apalagi mall - mall yang menggelar diskon penuh sesak oleh para pengunjung, antrian di depan meja kasir pun seperti kerumunan orang yang menonton penjual obat kaki lima sedang beraksi.

Pagi tadi, di beberapa tempat seperti lapangan - lapangan yang sering di gunakan untuk event tertentu, terlihat ramai sampai siang hari, bahkan jalan raya di sekitarnya pun nyaris lumpuh akibat kemacetan kendaraan yang berlalu lalang, sampai - sampai pak polisi yang seharusnya mengatur ketertiban jalan raya terlihat santai di pos pemantauan nya, entah menghindari cuaca panas atau pusing melihat pengendara yang tidak bisa di atur lagi.

Malam ini, semenjak maghrib berlalu jalan raya masih terlihat ramai dari biasanya, para pengendara dari yang kalem sampai yang norak dengan suara bising yang keluar dari knalpot sepeda motor yang sengaja di belah menghiasi jalanan. Para pedagang kaki lima panen rupiah, pedagang makanan laris manis di serbu pembeli semenjak sore tadi.

Hari ini... Republik tercinta ini memperingati hari Kemerdekaannya yang ke 67...

Esok hari atau lusa umat muslim merayakan kemenangan nya...

Detik ini, saya hanya bisa bengong dan bertanya - tanya dalam hati... " Kemerdekaan apa yang sedang di rayakan, padahal banyak dari mereka atau saya secara tidak langsung masih di jajah" . Penjajahan jaman dulu mungkin lebih cenderung kearah penjajahan secara fisik, sedangkan penjajahan sampai detik ini nyaris tak terasa karena tidak ada kontak fisik secara langsung, kalem dan cenderung memabukkan. Banyak yang terlena dengan penjajahan model baru ini, budaya hidup hedonisme dan cenderung rakus seakan telah mengikis habis semangat para pejuang tempo dulu, yang bahu membahu dengan semangat ke gotong royongan dan solidaritas yang tinggi, mengusir bangsa lain yang mencoba menguasai Republik ini.

Kemenangan, hanya untuk mereka yang berjuang mengatasi segala rintangan, jika ada yang ikut bersorak dan bergembira tapi tidak punya andil apa - apa, mungkin hanya sekedar cheerleader yang meloncat - loncat di pinggir lapangan, atau hanya penonton yang merasakan euforia sesaat tapi sesungguh nya tidak merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang pemenang yang sesungguh nya.

Sudahkah kita merdeka...
Betulkah kita seorang pemenang...
Think again... #halah iklan pulak -_-'


Dirgahayu Negeriku yang ke-67.... Merdeka...!!!

Selamat Hari raya idul fitri 1433 H buat semua umat muslim yang merayakannya... Mohon maaf yang setulus nya dari hati atas segala perbuatan, sikap dan tulisan yang tidak menyenangkan dari saya selaku admin tunggal blog geje ini. :)

19 komentar:

  1. hehehe iya bisa mirip geneh :D

    selamat menyambut hari raya ya

    MERDEKA!

    BalasHapus
  2. Merdeka...

    minal aidhin walfaizin mbak...

    BalasHapus
  3. merdeka

    minal aidhin walfaizin om zan POP

    mohon maaf lahir batin sobat

    BalasHapus
  4. gada apa-apa disini
    hanya mess mess kosong tanpa penghuni
    yang upacara serangga dan babi hutan tanpa bendera
    lebaran pun akan terlewati tanpa salat ied dan ketupat
    hiks..

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang penting masih bisa dengerin suaranya ncip & ncit mas...
      kalo yang masih lajang lebaran jauh dari keluarga mungkin ngga terlalu ngaruh kali ya...

      Hapus
  5. marilah kita memerdekakan diri dengan menulis post yang bermanfaat bagi orang lain... kebebasan berpendapat..

    Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang menjalankan
    Semoga ibadah yang telah kita jalani selama sebulan penuh mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT
    Dan semoga kita diizinkan oleh Allah untuk bertemu dengan bulan Ramadhan dan memperoleh kemenangan pada tahun depan
    Mohon maaf kalau saya pernah salah meski hanya bertemu di dunia maya :D

    BalasHapus
  6. . . salam merdeka kawan,, oia minal aidzin wal faidzin ya?!? maav kalo jika ada ketikan aq yg kurank berkenan, tolong dimaafkan . .

    BalasHapus
  7. Minal aidin wal faidzin.. Mohon Maaf Lahir dan Batin yah sob...

    BalasHapus
  8. berkunjung di blog sobat.. Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon Maaf lahir dan bathin ea..

    -Master Venomia-

    BalasHapus
  9. sekali merdeka tetap merdeka, selama hayat masih di kandung badan.....

    semoga kita juga merdeka dari segala dosa,,,,

    mohon maaf lahir dan batin

    BalasHapus
  10. Dirgahayu negeriku Dirgahayu bangsaku..... MERDEKA !!!

    Selamat Hari Raya Idul Fitri
    Minal Aidin Wal Faidzin
    Maaf Lahir Bathin

    BalasHapus
  11. kembali hadir di mari, Taqobalallahu minna waminkum :)

    BalasHapus
  12. Hadir lagi mas, mampir blog sobat

    BalasHapus
  13. mampir lagi dimari kawanku

    BalasHapus
  14. setuju
    kemerdekaan itu belum merata sobat :)

    BalasHapus

Mengkritik tidak berarti menentang,setuju belum tentu mendukung,menegur tidak bermakna membenci,berbeda pendapat adalah kawan berpikir yang baik